Jumat, 25 Mei 2012


HIKMAH ADANYA SYARI’AH                                                                                by: nurul asyhar
          Ketahuilah! Sesungguhnya semua syari’ah samawiyah(yang diturunkan dari langit) memiliki beberapa mahsud dan tujuan yang jika di kelompokkan akan terkelompok dalam 4 bagian pokok. Yaitu:
1-    Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan dzat allah. Meliputi: meyakini allah itu satu tidak pernah dan tidak akan beranak & diperanakkan serta tidak menyekutukannya, wajibnya mengagungkan allah, wajibnya mensifati allah dengan segala sifat kesempurnaan & sifat-sifat yang wajib baginya secara akal serta menjauhkan allah dari sifat-sifat kekurangan & sifat-sifat yang secara akal mustahil baginya, dan yang terahir meyakini bahwa allah memiliki sifat jaiz yang berupa adanya hak preogatif bagi allah dalam menciptakan, mentiadakan, menentukan, memutuskan dan mengatur terhadap segala sesuatu yang akan & telah ia ciptakan.
2-    Menetahui hal-hal yang berkaitan dengan ibadah. Seperti sholat, zakat, puasa, jihad, haji dan semacamnya yang secara keseluruhan mengandung nilai pengagungan & kepatuhan kepada allah serta nilai mensyukuri melalui tindakan atas ni’mat-ni’mat yang telah allah berikan. Yang mana kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya. Allah berfirman:
وَاتكم من كل ماسالتموه ,وان تعدّوا نعمت الله لاتحصواها ,ان الانسان لظلوم كفار
Artinya: dan telah allah berikan atas kalian segala sesuatu yang telah kalian minta, dan apabila kalian menghitung ni’mat-ni’mat allah itu maka kalian tidak akan mampu menghitungnya, sesungguhnya manusia sangatlah dzalim & mengkufuri ni’mat “ (QS: Ibrahim:34)
3-    Mengetahui cara yang benar & tepat dalam hidup bermasyarakat. Meliputi: cara beramar ma’ruf(menyeru kebajikan), bernahi mungkar(mencegah hal yang dilarang agama), berbudi pekerti yang luhur, berahlak baik & terpuji yang kesemuaannya dapat menjadikan seseorang menjadi mulia & tinggi derajatnya disisi allah. Seperti contoh: tetap menjaga harga diri(bukan karena duniwi) disaat membantu orang yang teraniaya & minta tolong, memberikan rasa aman terhadap tetangga, menjaga amanah, sabar, dan lain sebagainya dari beberapa sikap yang terpuji & mulia.
4-    Mengetahui hudud(batasan-batasan hukum kriminal) yang sudah allah tetapkan dalam bermu’amalat(berinteraksi) dengan orang lain bagi para pelaku kejahatan. Sekiranya dengan itu semua para pelaku kriminal dapat ditempatkan pada hukuman yang sesuai dengan tingkat kejahatannya. Dengan penerapan hukum inilah keteraturan & situasi yang kondusif dalam tatanan masyarakat dapat terus berjalan karna dapat teratasi & terantisipasinya segala sesuatu yang dapat mengganggu setabilitas keamanan. Serta masih banyak lagi dari hal-hal yang berkaitan dengan keteraturan tatanan kehidupan bermasyarakat.
          Maka atas 4 pokok inilah allah menurunkan syariatnya(aturan-aturan agama) dari langit. Dan hanya inilah yang pasti mampu menjawab & mewujutkan suatu negara yang “baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur atau gemah ripah loh jinawe” yaitu suatu negara yang ma’mur, aman & sentosa dengan masyarakatnya yang islami. Dimana ini semua selama ini masih sebatas mimpi & hayalan. Allah ta’ala berfirman:
ولوأن اهل القرى أمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركت من السماء والأرض ولكن كذّبوا فاخذنهم بما كانوا يكسبون
Artinya: andai saja penduduk suatu daerah mau beriman(percaya) dan takut kepada allah(melakukan aturan-aturan agamanya), niscaya akan kami bukakan atas mereka berkah-berkah dari langit & dari bumi. Hanya saja mereka membohongkan atas itu semua, maka kamipun memperlakukan/menghukum mereka sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan” (QS: Al-a’raf:96).
          Maka sudah saatnyalah kita semua & seluruh lapisan masyarakat kembali kepada syri’at agama allah yang telah diajarkan oleh rasulullah. Bukan kepada aturan buatan manusia yang cenderung liberal, kapitalis, tebang pilih, dan semacamnya. Wallahu a’lam.....
Sumber: disarikan dari kitab “hikmatut tasyri’ wa falsafatuhu” juz:1 hal:07.

Tidak ada komentar: